Arsip untuk Mei 12, 2012

Tajuddin Noor Ganie, M.Pd. (TNG) dilahirkan di kota Banjarmasin, 1 Juli 1958.

Menempuh pendidikan dasarnya di SDN Mawar Kencana Banjarbaru (lulus tahun 1971), kemudian melanjutkan ke SMEP Negeri Martapura (lulus tahun 1974), dan SMEAN Martapura (lulus tahun 1977).

Ketika berusia 39 tahun, TNG secara tiba-tiba tertarik melanjutkan pendidikannya ke PBSID STKIP PGRI Banjarmasin (tahun 2002 diwisuda dengan predikat sebagai wisudawan terbaik). Skripsinya berjudul Profil Sastrawan Kalsel 1930-1999 telah diterbitkan dalam bentuk buku dengan oplah terbatas (2002).

Tanpa sempat jeda barang sejenak, tahun 2003 TNG langsung melanjutkan pendidikannya ke Program Pascasarjana (S2) PBSID FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (lulus dengan predikat sangat memuaskan). Tesisnya berjudul Karakteristik Paribasa : Kajian Bentuk, Fungsi, Makna, dan Nilai telah diterbitkan dalam bentuk buku dengan oplah terbatas (2006).

Semua bahan kajian yang dikumpulkannya untuk keperluan menulis tesis ini pada tahun 2006 diterbitkan dalam bentuk buku berjudul Kamus Peribahasa Banjar (dengan jumlah entri/lema 1.538 buah, tahun 2007 sudah dicetak ulang), pada tahun 2011 diterbitkan Kamus Peribahasa Banjar dengan jumlah entri/lema sebanyak 9.058 buah).

Sejak tahun 1979, bekerja di lingkungan Departemen Tenaga Kerja. Transmigrasi, dan Koperasi (Depnakertranskop). Pernah bertugas di Kantor Binaguna Tenaga Kerja Kotamadya Banjarmasin (1978-1985), Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja Propinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru (1986), Kantor Kursus Latihan Kerja di Pelaihari (1986-1988), Kantor Kepaniteraan P4 Daerah Propinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin (1988-2006), dan sejak tanggal 1 Juni 2006 dipindah-tugaskan ke Balai Hyperkes dan Keselamatan Kerja di Banjarmasin.

Sejak tahun 2002, TNG menjadi dosen tamu untuk mata kuliah kajian prosa fiksi, kritik sastra, pendekatan struktural sastra, penelitian sastra dan pengajarannya, penulisan kreatif sastra, prosa fiksi dan drama, puisi, sastra Banjar, dan sosiologi sastra di PBSID STKIP PGRI Banjarmasin.

Kegiatan lain yang juga ditekuninya secara serius adalah sebagai Pengelola Harian Rumah Pustaka Karya Sastra dan Rumah Pustaka Folklor Banjar di Pusat Pengkajian Masalah Sastra (PUSKAJIMASTRA) Kalsel.

Melalui lembaga penelitian dan dokumentasi yang dipimpinnya ini TNG memberikan bantuan bahan referensi yang diperlukan kepada masyarakat umum dan para mahasiwa yang sedang menulis skripsi mengenai masalah-masalah sastra Indonesia, sastra Banjar, dan Folklor Banjar.

Mulai merintis karier sebagai penulis karya sastra sejak tahun 1980-an. Publikasi karya sastranya, meliputi puisi, cerpen dan esei sastra. Buletin/jurnal/ koran/majalah yang pernah memuat karya tulisnyanya antara lain: Buletin Antara Spektrum LKBN Antara, SKH Berita Buana, SKH Suara Karya, SKH Pelita, SKH Terbit, SKH Merdeka, SKM Swadesi, SKM Simponi, Majalah Senang, Majalah Idola, Majalah Topik. Majalah Misteri, SKH Media Indonesia, Majalah Warnasari, Majalah Intisari, Jurnal Kebudayaan (jurnal imiah Depdikbud), Majalah Mata Baca (semuanya terbitan Jakarta), SKH Jawa Pos, SKH Surya, Majalah Liberty (semuanya terbitan Surabaya), SKM Minggu Pagi (Yogyakarta), Majalah Bahana (Brunei Darussalam), SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita, SKH Kalimantan Post, SKH Radar Banjarmasin, SKH Mata Banua, dan SKM Orbit Post (semuanya terbitan Banjarmasin).
Sejumlah tulisan TNG yang pernah dimuat di berbagai koran/majalah edisi online dapat dibaca kembali melalui website mesin pencari data : Google/Tajuddin Noor Ganie atau Yaaho/Tajuddin Noor Ganie. Email : tajuddinnoorganie@Yahoo. com

Antologi puisinya yang sudah diterbitkan adalah Bulu Tangan (HPMB, Banjarmasin, 1982),

Sedangkan antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain : Antologi Puisi ASEAN (Denpasar, 1982), Puisi Indonesia (Jakarta, 1987), Selagi Ombak Mengejar Pantai 6 (Selangor, 1989), Festival Puisi XII (Surabaya, 1990), Potret Pariwisata Indonesia Dalam Puisi (Jakarta, 1990), Festival Puisi XIII (Surabaya, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), Refleksi Setengah Abad Indonesia (Surakarta, 1995).

Selain itu, TNG juga telah menjadi editor untuk sejumlah penerbitan antologi puisi bersama terbitan Banjarmasin, antara lain : Dahaga-B.Post 1981 (1982), Banjarmasin Kota Kita (1984), Elite Penyair Kalsel 1979-1985 (1986), dan Festival Puisi Kalimantan (1992),

Buku sastra hasil karya TNG yang lainnya yang juga sudah diterbitkan dalam bentuk buku antara lain adalah : Penyair Kalsel Terkemuka Selepas Tahun 1980 (1992), Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalimantan Selatan (1995), Apa dan Siapa Sastrawan Kalsel (1985), Ensiklopedi Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalimantan Selatan (Edisi 1995) (naskah aslinya disimpan di Perpustakaan KITLV Leiden, dan telah pula dimuat secara bersambung di SKM Media Masyarakat Banjarmasin, 1995-1996), Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (bersama Jarkasi, Pusat Bahasa Banjarmasin, 2001), Profil Sastrawan Kalimantan Selatan 1930-1999 (berasal dari naskah Skripsi S1, PBSID STKIP PGRI Banjarmasin, 2002), Karakteristik Bentuk, Makna, Fungsi dan Nilai Peribahasa Banjar (berasal dari tesis S2, PBSID FKIP Unlam Banjarmasin, 2005), dan Kamus Peribahasa Banjar (Rumah Pustaka Folklor Banjar, 2006)

Buku kumpulan cerpennya berjudul Nyanyian Alam Pedalaman (bersama dengan Hadian Noor) telah diterbitkan oleh Pustaka Pelajar Yogyakarta pada tahun 1999.

Buku ini merupakan buku kumpulan cerpen hasil karya sastrawan Kalsel yang pertama kali diterbitkan di luar daerah Kalsel.

Novelnya berjudul Tegaknya Masjid Kami telah dimuat secara bersambung di SKH Radar Banjarmasin (2005).

Pada tahun 2005, menjadi anggota tim penulis Riwayat Hidup Walikota Banjarmasin H. Midfai Yabani berjudul Perjalanan Seorang Wali Kelas Menjadi Walikota

Sejumlah cerpennya juga sudah dijadikan sebagai objek penelitian untuk penulisan skripsi oleh sejumlah mahasiswa PBSID STKIP PGRI Banjarmasin, antara lain : Profil Tokoh Antagonis dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Fetty Dahliani, 2001), Profil Tokoh Protagonis dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Ni Ketut Suwandi, 2001), Analisis Tema dan Penokohan Dalam Kumpulan Cerpen Karya Tajuddin Noor Ganie (Noorhidayat, 2003), Cerita Rakyat Etnis Banjar Sebagai Sumber Ilham Penulisan Kreatif Sastra : Analisis Hubungan Intertektualitas Penulisan Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie (Dra. Hj. Endang Sulistyowati, M.Pd, 2005), dan Gambaran Manusia Banjar dalam Cerpen-cerpen Tajuddin Noor Ganie di Majalah Idola Jakarta (Miftahul Jannah, 2009), Citraan dalam Antologi Puisi Bulu Tangan Karangan Tajuddin Noor Ganie (Mukhlis, 2010), dan Profil Tokoh Pendulang Intan dalam Cerpen-cerpen Karangan Para Cerpenis Kalsel (Raya Saidyah, 2010).

Forum sastra dan budaya yang pernah diikutinya antara lain : Forum Penyair Muda Delapan Kota Kalsel, (Banjarmasin, 1982), Apresiasi Puncak Penyair ASEAN (Denpasar, 1983), Siklus Lima Penyair Kalsel, (Banjarmasin, 1983). Festival Puisi XII (Surabaya, (1990), Festival Puisi XIII (Surabaya, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), Hari Sastera X (Shah Alam, Selangor, Malaysia, 1993), Festival Puisi XIV (Surabaya, 1994), Refleksi Setengah Abad Indonesia (Surakarta, 1995), Temu Penyair Nasional (Tasikmalaya, 1999), dan Dialog Borneo VII (Banjarmasin, 2003)

Berkaitan prestasi, reputasi dan dedikasinya sebagai sastrawan TNG telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain : Penulis Esai Sastra dalam Rangka Bulan Bahasa dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Jakarta, 1985), Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Ir. H. Akbar Tanjung, 1991), Hadiah Seni Bidang Sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Gusti Hasan Aman, 1998), Penulis Naskah Fiksi Keagamaan dari Menteri Agama (Prof. Dr. Said Agil Husin al Munawar, (2002).

Biografi kesastrawanan TNG ikut dimuat dalam sejumlah buku referensi antara lain : Leksikon Kesusastraan Indonesia Modern (Pamusuk Eneste, Penerbit Djambatan Jakarta, 1990:186), Leksikon Kesusastraan (Suhendra Yusuf MA, Bandung, 1995:97), Sesuatu Indonesia (Afrizal Malna, Penerbit Yayasan Pustaka Adikarya, Jakarta, 2000), Leksikon Susastra Indonesia (Korrie Layun Rampan, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 2000), Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2002), Ensiklopedi Sastra Indonesia (Hasanuddin WS dkk, Penerbit Titian Ilmu Bandung, 2007), Melayu Online, dan Wikipedia Indonesia (ensiklopedi dunia maya berkaitan dengan statusnya sebagai seorang budayawan Banjar).

Alamat Rumah :
Jalan Mayjen Soetoyo S,
Gang Sepakat RT 13 Nomor 30,
Banjarmasin, 70119
Telepon Rumah (0511) 4424304
Telepon Selular : 08195188521
Email : tajuddinnoorganie@yahoo. co.id
Facebook : tajuddinnoorganie

DAFTAR BUKU
TAJUDDIN NOOR GANIE

1. Antologi Biografi Sastrawan Kalsel
2. Asal-usul Orang Banjar
3. Aspek-aspek Etnografi Laskar Pelangi
4. Jatidiri Puisi Indonesia
5. Kajian Puisi
6. Kamus Mimpi Orang Banjar
7. Kamus Peribahasa Banjar
8. Karakteristik Bentuk, Fungsi, Makna dan Nilai Peribahasa Banjar
9. Legenda Awi Tadung dan Ular Buntung
10. Mengenal Benda-benda Bertuah Magis dalam Religi Orang Banjar di Kalimantan Selatan
11. Penyair Kalsel 1930-1942 : Apa, Siapa, dan Bagaimana Puisi Mereka
12. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Madihin
13. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Mantra
14. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Pantun
15. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Peribahasa
16. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Syair
17. Sasirangan, Kain Khas Tanah Banjar
18. Sastra Banjar Genre Lama Bercorak Puisi
19. Sejarah Nasional Cerpen Indonesia 1920-2009
20. Sejarah Nasional Drama Indonesia 1920-2009
21. Sejarah Nasional Kesusastraan Indonesia 1920-2009
22. Sejarah Nasional Puisi Indonesia 1920-2009
23. Sejarah Nasional Roman/Novel Indonesia 1920-2009
24. Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009
25. Tegaknya Masjid Kami (Novel)
26. Tengah Malam di Kuala Lumpur
27. Teori dan Praktek Menulis Cerpen
28. Teori dan Praktik Menulis Puisi
29. Teori dan Praktik Penelitian Sastra
30. Teori Sastra
31. Tragedi Intan Trisakti

 

Micky Hidayat

 

Micky Hidayat lahir di Banjarmasin, 4 Mei 1959. Minatnya terhadap kesusastraan terpupuk sejak kecil dan mulai serius dilakoninya awal tahun 1980-an. Di samping seni sastra, ia sesungguhnya cukup  tertarik menggeluti bidang ilmu sosial dan politik.  Pada tahun 1985 Micky Hidayat mencoba mencicipi kuliah di Uniska Syech Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin, Fakultas FISIP. Studinya di perguruan tinggi tersebut tinggal menggarap skripsi, tapi tak diselesaikannya.

Di rubrik Dahaga BPost sajak-sajaknya sering muncul, bahkan pernah hampir setiap hari. Diakui pula oleh Micky Hidayat, bahwa rubrik ini turut andil dalam membesarkan kepenyairannya, khususnya di daerah Kalsel. Bahkan produktifnya menulis dan mempublikasikan sajak, pada 1981 ia meraih predikat sebagai ‘Man of the Year’ versi Biro Informasi Sastra (BIS), karena sepanjang tahun  itu Micky Hidayat mampu menulis sebanyak 118 sajak.

Sejak kecil Micky Hidayat memang beruntung karena dibesarkan di lingkungan keluarga, terutama ditunjang pula oleh status ayahnya yang seorang sastrawan. Tampaknya karya sastra telah membuka jalan baginya untuk menjelajah dunia tanpa batas.

Di samping sajak, Micky Hidayat juga menulis cerpen, esai  dan  kritik sastra,  teater, reportase seni, artikel masalah sosial, politik, kepemudaan, pendidikan, dan kebudayaan. Sejumlah sajaknya juga telah diudarakan oleh beberapa stasiun radio di Banjarmasin.

Kemudian sajak dan esainya juga dimuat di media massa nasional, seperti Berita Buana,  Pelita, Terbit, Merdeka, Suara Karya, Prioritas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Pos Film, Swadesi, Simfoni, Republika, majalah Panji Masyarakat, Topik, Hai, Anita Cemerlang, dan majalah sastra Horison, serta media massa daerah lainnya, seperti Jawa Pos (Surabaya), Kedaulatan Rakyat dan Berita Nasional (Yogyakarta), Suara Merdeka (Semarang), Pikiran Rakyat (Bandung), Analisa (Medan), Lampung Post  dan Bali Post.

Micky Hidayat juga sering memenangkan lomba penulisan puisi dan esai sastra. Dia  juga aktif bergiat di organisasi kesenian. Tahun 1981 bersama teman-teman penyair seangkatannya membentuk Himpunan Penyair Muda Banjarmasin (HPMB). Tahun 1984 dia mendirikan Sanggar Mandiri. Pada tahun 1990-an, mendeklarasikan berdirinya Forum Diskusi Sastra Poetica dan Forum 24, yang bermarkas di Taman Budaya Kalsel. Ia juga menjadi anggota Komisaris Bidang Sastra DKD Kalsel (periode 1994-1997).

Tahun 2000 Micky Hidayat dan kawan-kawan mendeklarasikan berdirinya Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Banjarmasin, dan ia dipercayakan menjabat sebagai Ketua KSI hingga kini. Karir kepenyairan Micky yang sudah mencapai seperempat abad lebih.

Sebagai sastrawan, Micky Hidayat juga aktif  mengikuti  kegiatan sastra seperti forum-forum seminar, sarasehan, pertemuan sastra, dan  pembacaan sajak yang diadakan di berbagai daerah di tanah air.  Antara lain Apresiasi Puncak Penyair ASEAN I (Denpasar, Bali, 1983), Baca Puisi di Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda Karta Pustaka (Yogyakarta, 1983), Pertemuan
Sastrawan Jakarta – Peringatan 50 Tahun Perjalanan Polemik Kebudayaan (Taman Ismail Marzuki Jakarta,1986).

Pada tahun 1997, nama Micky Hidayat tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena prestasi spektakulernya menciptakan rekor membaca sajak terlama di Indonesia selama 5,5 jam nonstop. Atas reputasi, prestasi, konsistensi, dan dedikasinya di bidang sastra pula, pada tahun 1998 ia memperoleh penghargaan berupa hadiah Seni dari Gubernur Kalimantan Selatan.